9 comments on “Dibalik G30S/PKI

  1. saya sdh tau kebohongan,rekayasa dan pencitraan buruk yg dilakukan rezim orba untuk memojokkan kuam komunis di indonesia,seolah2 PKI adlh hantu yg sangat menakutkan rakyat indonesia.Pembodohan dan kebodohan yg membuat propaganda orba berjalan dg sempurna sehingga si bodoh,masyarakat awam,jelata teR
    kontaminasi racun “pembelokan fakta sejah”

  2. NASIONALIS,AGAMA,KOMUNIS.Sejatinya sdh ada di NKRI dlm bingkai PANCASILA,itulah kemajemukan yg luar bisa dimiliki bangsa dan negara
    INDONESIA raya

  3. setan dan malaikat tidak bisa dilihat dengan mata telanjang…tapi bisa disimpulkan dari hasil kelakuannya

  4. Soeharto itu adalah antek dari CIA , karena amerika sendiri juga memberangas ideologi komunis di indonesia maka CIA lah dalang dibalik semua itu.

  5. wah, kalau sudah bicara soal peristiwa G30S, gak pernah ada habis2nya ya dan dijamin pasti selalu seru. Yang pro-kumins, sudah pasti akan menganggap Soeharto cs sebagai manusia berhati setan. Sebaliknya, yang pro orde-baru, pasti menganggap Aidit Cs sama setannya dengan seperti kebencian pro-komunis terhadap Soeharto Cs. Tetapi, apa pun penilaian kita terhadap dua poros itu, kita yang belum ada pada zaman itu sebaiknya memandang masalah ini secara proporsional dan berakal sehat. Yang saya maksud adalah, jika kita baca buku sejarah tentang G30S yang sekarang jumlahnya luar biasa banyak itu, peristiwa G30S ini muncul merupakan klimaks dari situasi politik yang kacau-balau sejak Presiden Soekarno mendeklarasikan dekrit tahun 1959. Sejak dekrit inilah situasi tanah air semakin tidak menentu. Para pejabat saling menjelekkan, saling memfitnah, korupsi merajalela, terjadi dekadensi moral di kalangan pejabat, sementara rakyat semakin menderita karena inflasi yang menggila. Harga-harga kebutuhan pokok melangit, sementara para pejabat di semua level boleh dikatakan berpesata-pora. Para pejabat yang masih punya hati nurani dan prihatin dengan kondisi seperti ini, tidak beran berbuat apa-apa karena begitu kuatnya posisi Soekarno yang telap ditetapkan sebagai presiden seumur hidup. Anehnya, presiden Soekarno bukannya menghentikan carut-marut politik ini. Sebaliknya, presiden malah ikut terbawa arus dan ikut bermain. Makin hari situasinya makin krodit. Inilah yang dikatakan oleh Soebandrio sebagai “ibu pertiwi sedang hamil tua”.

    Nah, pada saat kondisi politik tak menentu inilah, semua level, semua kekuatan yang ada pada saat itu, mulai menghitung-hitung seperti apa akhirnya bangsa ini jadinya. Maka, tema pembicaraan pun mulai mengarah pada upaya perebutan kekuasaan dari tangan presiden. Semua orang pasti tahu, bahwa pada saat itu hanya ada dua kekuatan yang sangat menonjol dalam upaya merebut kekuasaan itu. Yaitu, Partai Komunis Indonesia (PKI) di satu pihak dan Angkatan Darat (AD) di pihak lainnya.

    Nah, kalau kita sudah bicara soal intrik atau konspirasi perebutan kekuasaan, akan menjadi sangat sulit bagi kita untuk berada di posisi mana. Sebab, di mana pun di muka bumi ini, jika dua atau lebih kekuatan saling berhadapan untuk merebut kekuasaan, maka segala cara pun dilakukan. Di pihak PKI, misalnya, Aidit yang sedang berbulan madu dengan Presiden Soekarno, mencoba mempengaruhi sang presiden untuk berpihak kepadanya. Untuk beberapa kasus, presiden ternyata cukup kuat dan tegar, misalnya dalam kasus penolakan presiden terhadap usulan PKI agar presiden membubarkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan penolakan presiden terhadap rencana pembentukan angkatan ke-5 yang juga digagas PKI. Tetapi, untuk beberapa kasus lainnya, presiden kebobolan dan termakan bujuk rayu Aidit Cs.

    Sebaliknya, di pihak AD, juga terjadi intrik dan perpecahan internal. Hubungan presiden dengan AD makin memburuk. (Ingat, presiden menurut rencana akan mengganti Jenderal Ahmad Yani sebagai Panglima Angkatan Darat pada tanggal 3 Oktober 1965, karena presiden mulai merasa gerah dengan Jenderal Yani dan beberapa jenderal lainnya yang sering dibisikkan ke telinga presiden sebagai “tidak loyal”).

    Puncaknya adalah peristiwa G30S. Pertanyaannya adalah, apakah AD — dalam hal ini Soeharto — terlibat dalam kasus ini? Setelah orba tumbang, banyak buku-buku baru tentang peristiwa G30S terbit. Buku-buku ini mulai membuka tabir bahwa Soeharto berada di belakang kasus ini. Ada yang menyebut, Soeharto sengaja merancang G30S yang “ditumpangkan” di tubuh PKI untuk gagal. Artinya, G30S memang didesain untuk gagal totoal. Belakangan kita tahu, gerakan ini dilaksanakan memang secara amburadul dan tidak profesional. Contoh kecil saja, bagaimana “panitia” G30S tidak mempersiapkan logistik untuk pasukan yang sedang bergerak di lapangan.

    Singkat cerita, begitu Soeharto menguasai situasi (baik secara teknis maupun politis {ingat Supersemar}), dia pun memainkan perannya, antara lain membubarkan PKI dan kemudian, melalui Operasi Kalong, menjagal ratusan ribu warga PKI.

    Lalu, kalau pun memang betul Soeharto terlibat, apa yang salah dalam kasus ini? Menurut pendapat saya, kita tidak dalam kapasitas untuk menilai salah atau betul, sebab penilaian apa pun yang kita berikan, toh itu TIDAK AKAN MENGUBAH SEJARAH.

    Tentang sepak terjang Soeharto yang menjegal ratusan ribu warga PKI, menurut pendapat saya juga tidak ada gunanya dibahas, apalagi sampai membawa kita kepada pertentangan, pertengkaran dan permusuhan. Apa yang dilakukan Soeharto melalui Operasi Kalong itu, adalah jamak dalam perebutan kekuasaan. Andaipun misalnya PKI yang memenangi perebutan kekuasaan ini, PKI juga akan melakukan hal yang sama, pembersihan terhadap lawan-lawan politiknya. Ingat Kepulauan Gulag (Gulag Archipelago) yang dibuat pemerintah komunis Soviet. Ingat bagaimana Polpot menghabisi jutaan rakyat tak berdosa di Viatnam. Dan, ingat, Mao Tse Tung menghabisi Cou En Lai yang notabene kawannya seperjuangan pada saat mendirikan RRC.

    Kesimpulan saya, siapa pun yang memenangi intrik pada tahun 1965 itu, sesungguhnya adalah sama-sama setan jika kita lihat dari cara memenangkannya!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s